Search

Home

About Love ! Part II

Baca cerita sebelumnya About LOVE !

About LOVE ! Part II
♥  ♥  ♥

Pagi yang indah dengan suasana hati yang indah. Ketika sedang berjalan di taman kampus aku bertemu dengan kaka senior ku Erik, hari ini dia benar - benar membuat ku sulit untuk mengedipkan mata, terpana dengan segala yang ada didirinya.


" Hey kaa" sapaku.

"Hay Nay, sendirian? Mana temen-temen kamu?" Sahutnya

(Wohoooo dia? Nanya ke gue?? Seriusan ini bikin hati gue pengen terbang loh, ya Allah kaka kemana aja baru berani nanya tentang akuuu )
"Oh si Dennytha sama Rifka? Mereka belom pada dateng kaa,masih pada dijalan, ada apa ka?" Tanyaku.

" Gak kenapa - kenapa kok" jawabnya.

"Lah si kaka kenapa sendirian?? Kak Renatanya kemana?" Lanjutku.

"Si Renata gak kuliah, lagi ga enak b adan katanya" jawabnya dengan senyuman.

"Oh gitu GWS deh kaa buat ka Renata, aku ke kantin dulu yah kaa, mau sarapan.hehe" lanjutku dan berusaha pamit.

"Bareng dong gue juga mau sarapan dulu,boleh kan gue temenin?" Tanyanya dengan logat meledek dan tersenyum kecil.

"Boleh kok ka" (boleh bangeeett *dalam hati*) jawab ku tersipu malu.

Dikantin kita ngobrol banyak tentang kuliah,dan hanya sebatas mata kuliah saja tetap membuat hatiku senang, akhirnya aku mendapatkan lampu kuning, meskipun belum hijau. Tapi setidaknya kali ini aku merasa ada dan dianggap. Hmm mimpi apa yaa aku semalam! Bertemu dengan Pangeranku,semangat pagiku, semangat ku disetiap hari,benar-benar kejadian yang membuat hatiku berbunga - bunga.

♥  ♥  ♥

Seminggu berjalan, kedekatan aku dan ka Erik pun semakin jadi, tapi aku tetap tidak mengetahui apa yang membuatnya dulu cuek terhadapku. Tapi aku yakin suatu saat aku akan mengetahui semuanya tanpa harus aku cari tahu.

"Hay Naylla, sendirian aja " Erik menyapa ku dengan mengagetkan ku dari belakang.

"Eh si kaka, ngagetin aja nih hehe iya kaa sendiri nih tau anak-anak pada kemana" sahutku

"Woiii Naylla, anteng banget loh yah sama si kaka senior ini haha" sapa Rifka dan Dennytha mengagetkan perbincangan kami.

"Yee lo pada kemana sii,lama deh kan lama lama datengnya,jam karet ah" sahutku dengan nada sedikit kesal karna mereka tidak ontime.

"Sorry sorry tadi macet bray hehe" sahut Dennytha cewe tomboy tapi manis ini. "Yaudah ayo kita ke kantin bikin tugas" ajak Rifka.

"Kalian ada tugas apa?" Tanya Erik "Ini kaa tugas dr ibu Rida yang riweh itu haha" sahutku.

"Oh aku boleh ikut kalian ke kantin?" Tanya Erik dengan sebuah senyuman yang membuatku terdiam seketika. *oh god indah sekali ciptaanMu* bicara dalam hati.

"Boleh banget ka" jawab ku terpana dengan pesonanya.

"Huss ngeliatnya biasa aja dong" celetuk Dennytha.
"Ah rese lo haha" sahutku singkat.

Lalu kami mengerjakan tugas dengan bimbingan Ka Erik, ku akui untuk kesian kalinya, Pria yang telah membuat ku jatuh cinta ternyata bukan hanya Tampan tetapi Dia juga Pandai. Ya! Pandai memikat hati wanita dan Pandai Mata Kuliah. Sunggu luar biasa dan semakin membuatku jatuh hati. Dan semakin mantap untuk berada dihatinya dan selalu bersanding disampingnya.

♥  ♥  ♥ 

Sabtu sore, rasa jenuh bosan semua menjadi satu. Aku butuh refreshing, tapi kedua sahabatku sibuk dengan urusan mereka masing - masing,tidak ada yang bisa kulakukan selain mendengar musik dan membaca novel. Ketika sedang asik membaca novel, handphone ku berdering menandakan ada pesan singkat. Dan saat ku buka ternyata dari ka Erik

"Nay lagi sibuk ga? Jalan yuk, bete nih dirumah. Kita cari hiburan diluar atau sekedar makan malam atau ke bioskop mungkin?" 

WHAT?? Dia ngajak aku kencan?? Membaca SMS dari ka Erik membuat hatiku seperti taman bunga yg selalu disiram dan sekarang saatnya bunga-bunga itu merekah. Dan aku bergegas untuk membalas SMS dari ka Erik.

"Oke kaa, aku juga lagi bete nih. Temen-temen aku pada sibuk -_- kita jalan jam berapa? Biar aku bisa siap-siap" balas ku 

"Okay, jam 5 sore aku kerumah kamu yah"

 "Siap kaa" balas ku.

Sesampainya dia dirumahku, kami langsung bergegas untuk ke sebuah Mall terdekat dari rumah ku.

"Kita nonton yuk" ajak ka Erik

"Boleh ka, nonton Iron Man 3 yuk" tawar ku

"Waah kebetulan gue juga belom nonton itu film" ajaknya dengan semangat.

Setelah selesai nonton, sebelum memutuskan untuk pulang kami dinner terlebih dahulu. Dan entah kenapa hatiku ingin mengungkapkan semua yang aku rasakan terhadap Dia, dengan segala resiko yang ada sudah aku siapkan matang-matang apapun jawabannya.

"Kaa, aku..." Kataku terbata-bata.

"Kenapa lo Nay?" Jawabnya

"Emm aku suka sama kaka dari awal aku kenal kaka" kataku dengan nafas yang tak menentu menanti jawaban yang aku takuti bila terjadi penolakan.

"Aku juga suka kok sama kamu" jawabnya dengan sebuah senyuman.

"Dan sku juga sayang sama kamu, kamu mau jadi pacar aku?" Tambah Erik dengan tegas.

"Kaka ga salah ngomong? Kaka serius??" Tanyaku heran.

"Iya, apa ada yang aneh? Oh kamu gamau yah jadi pacar aku." Jawabnya

"Bukan gitu kaa,aku mau kok ka jd pacar kaka" jawab ku tersipu malu.

Malam itu terasa sangat indah, dengan cahaya bulan yang indah dan bintang yang bertaburan,membuat susana hatiku semakin bahagia dengan kejadian yang baru saja aku alami dan tidak ku sangka-sangka.


♥  ♥  ♥

Satu bulan hubungan kami berjalan, semuanya baik-baik saja dan hubungan kita berjalan dengan indah dan menyenangkan. Sampai suatu ketika..

"Hey Naylla.." Sapa ka Renata.

"Hay kaka, ada apa kaa?" Tanyanya ku

"Gak apa-apa, si Erik kemana?" Tanya Ka Renata.

"Ka Erik lagi ada kelas tambahan kaa,kok kaka ga ikut kelas tambahan?" Tanyaku

"Ngga ah males,oh iya gue mau ngasih tau sesuatu nih sama lo Nay, ada waktu kan?" Tanya ka Renata yang membuatku heran

"Iya kaa,kita ngobrol di taman aja yuk" ajak ku

"Boleh,yuk ke taman" Renata menyetujui. Sesampai ditaman aku berusaha untuk tidak memikirkan hal yang aneh-aneh atau tidak laxim untuk ku fikirkan.

"Gini gue mau ngasih tau lo sesuatu Nay, sebelumnya gue minta maaf yah" Ka Renata memulai pembicaraan.

"Iya kaa ada apa yah?" Tanyaku penasaran.

"Sebenernya Erik itu ga pernah ada rasa sama lo,dia cuma mau bikin lo sakit hati karna lo mirip sama mantannya yang udah tega ngeduain dia, makanya dulu dia gak mau deket sama lo sampe dia punya fikiran untuk balas semua yg dia rasain waktu itu." Jelas ka Renata.

Aku hanya bisa terdiam,meneteskan air mata.

"Apa itu bener ka? Tapi kenapa harus aku sih kaa yang jadi korban? Aku tulus sama dia kaa?"Jawabku dengan nada suara menahan sebuah tangisan.

"Gue masih ga ngerti cara berfikirnya,gue udah pernah cegah tp dia ga pernah mau denger,gue bilang ke lo sekarang karna gue ga mau lu lebih sakit dari ini" jelas ka Renata

"Oh ternyata..!" Kataku dengan air mata yang terus keluar dari mataku.

"Udah yaa jangan nangis,kalo lo ga percaya sama apa yang gue omongin silahkan lu cek kebenarannya" Ka Renata meyakinkanku. Aku dan Ka Renata kembali ke kampus dan aku menunggu Erik keluar dari kelasnya. Tidak lama kemudian Erik datang.

"Sayang,maaf yah lama nunggu" Erik meminta maaf kepadaku

"Iya gak apa apa kok" jawabku

"Kamu kenapa kok mata kamu sembab gitu" tanya Erik

"Aku gak apa apa,ayo pulang" ajak ku Didalam mobil aku memulai pembicaraan.

"Yangg, aku mau tanya sesuatu sama kamu" kataku membuka suasana hening sedari tadi "Iya sayang, kamu mau tanya apa?" Jawab erik lembut.

"Apa bener aku cuma model untuk melampiaskan dendam kamu yang udah kamu pendam terdahulu?" Tanyaku dengan tegar Seketika dia diam dan mulai menjawab pertanyaanku.

"Iya, aku mau jujur, dari awal aku ga ada rasa sama kamu, semua permainanku karna aku muak dengan seorang wanita yg mirip sama kamu, aku mau kamu ngerasain apa yang aku rasain. Aku ga pernah cinta atau bahkan berniat mencoba untuk jatuh cinta sama kamu, aku mau kita selesai sampai disini. Karna dari awal ga pernah ada rasa untuk kamu.ngerti!" Jelasnya dengan sedikit membentak.

"Terima kasih untuk semua yang udah kamu kasih ke aku termasuk rasa sakit ini" jawabku dengan air mata berlinang.

Aku memutuskan untuk pulang menggunakan angkutan umum bersama lukaku. Iya! luka ku yang telah dibuat oleh seseorang yang dengan tulus aku cintai. Begitu teganya orang yang aku percaya akan membuat hari-hari ku terus berwarna dan bahagia ternyata tega menyakitiku dengan alasan yang tidak bermutu. Karna terkesan  menjadikan aku korbannya. Apa salahku? Apa yang telah aku perbuat hingga orang yang aku sayang ternyata mempermainkan perasaanku. Kini aku mengerti tidak selamanya yang kita anggap indah itu indah untuk kehidupan kita. Sebuah pelajaran baru kudapatkan untuk menjadi lebih baik lagi.

 ♥  T A M A T  ♥

0 komentar:

Posting Komentar